Surat Roso Daras Kepada Pak Beye (Soal Ancaman Pembunuhan)


Dapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan, ada di antara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey,” ujar SBY.“Pernyataan di Ciwidey sangat politis. Kenyataannya Mabes Polri tidak menemukan bukti apapun terkait ancaman terhadap Presiden. Berarti presiden ngarang sendiri, dan itu politik banget,” cetus Effendi Ghazali.-
Yang Terhormat Presiden Pak Beye (Susilo Bambang Yudhoyono), Ini surat terbuka buat Pak Presiden. Daripada saya menyumpah-serapah, tentu lebih baik kalau saya menulis. Sumpah-serapah selain hanya akan mendatangkan keburukan berupa dosa dan energi negatif pada diri saya, juga membuat saya yang bodoh ini tampak lebih bodoh lagi. Sebaliknya, dengan menulis, setidaknya saya menghindarkan diri membuka mulut dan berkata-kata kotor. Lebih dari itu, menulis kelihatannya lebih intelek daripada menyumpah. Betul???
Begini pak Beye…. Sikap pak Beye yang reaktif… atau sebut saja responsif yang berlebihan, sungguh membuat saya risih. Bukan kali pertama pak Beye membuang waktu penting sebagai kepala negara, khusus buat berbicara, berpidato (teman saya menyebut: berdeklamasi), menanggapi soal ancaman pembunuhan. Dulu, terkait pemilu, pak Beye pamer-pamer foto diri yang jadi objek sasaran tembak. Kemudian waktu Polri meringkus sejumlah tersangka teroris, pak Beye juga tampil sebagai “calon korban”. Sekarang, usai penangkapan kiyai Ba’asyir, pak Beye berdeklamasi… eh… maaf, berpidato lagi sebagai “calon korban”.
Pak Beye kan jenderal, prajurit, sekolah tentara di dalam dan luar negeri. Pasti tahu, menjadi tentara itu sama dengan “kontrak mati”. Itu baru tingkatan prajurit. Apalagi presiden?! Menjadi presiden itu taruhannya ya dibunuh… bisa oleh lawan politik, bisa oleh teroris, bisa oleh orang dekat sendiri. Itu hikayat presiden-presiden di dunia. Jadi, menurut saya, tidak ada yang mengejutkan dengan adanya ancaman pembunuhan terhadap presiden. Bung Karno (presiden favorit saya), sedikitnya tujuh kali diberondong tembakan. Sekali lagi pak Beye… SEDIKITNYA TUJUH KALI DIBERONDONG TEMBAKAN… bukan lagi “calon korban” tetapi sudah dieksekusi! Ia diberondong tembakan di Makassar, ia diberondong tembakan di Cisalak, ia ditembak di masjid Istana, ia dibom di Perguruan Cikini, ia diberondong tembakan oleh Maukar dari pesawat tempur….. Bukan lagi “calon korban” seperti pak Beye, tapi sudah dieksekusi! Peluru sudah dimuntahkan… diarahkan ke tubuh Bung Karno. Apa reaksi Bung Karno? Ia tidak berpidato, apalagi berdeklamasi memohon simpati. Kalimat Bung Karno menghadapi setiap upaya pembunuhan kurang lebih begini, “Mati dan hidup itu di tangan Tuhan. Kalau saya harus mati ditembak, ya saya akan mati tertembak. Tapi kalau takdir saya tidak mati tertembak, biarpun ditembak berkali-kali, insya Allah saya tidak akan mati.”
Dan, semua usaha pembunuhan itu tidak menyurutkan sedikit pun semangatnya membawa NKRI menjadi bangsa yang bermartabat di pentas dunia! Begitu kira-kira tanggapan Bung Karno. Pak Beye yang terhormat, Memohon pak Beye meniru Bung Karno tentu sangat berlebihan, karena beda antara Bung Karno dengan pak Beye memang laksana bumi dan langit. Karenanya saya tidak memohon pak Beye meniru Bung Karno. Saya hanya memohon maaf, karena sebagai salah satu rakyat Indonesia, sungguh prihatin dengan sikap pak Beye dalam menyikapi adanya informasi yang katanya, ada teroris yang menjadikan pak Beye sebagai sasaran pembunuhan. Sekian, maafkan saya jika surat saya tidak menyenangkan perasaan pak Beye. Sebab saya memang tidak bermaksud membuat pak Beye senang. Terlebih, saya memang tidak senang dengan sikap pak Beye mengomentari rencana teroris membunuh pak Beye. Rencana lho yaaa….
Salam Roso Daras
Sumber: http://rosodaras.wordpress.com/2010/08/09/surat-kepada-pak-beye-soal-anc...

1 response to "Surat Roso Daras Kepada Pak Beye (Soal Ancaman Pembunuhan)"
1. Data dari koran-koran
1.Pak SBY sering “curhat” di media tentang ancaman kepada dirinya (terhitung sampai 3 kali) disaat sebagian besar rakyatnya hidup dalam teror petasan elpiji 3 kg yang sampai saat ini saya belum tahu sudah ditangani atau belum?
Presiden Ingatkan Paspampres soal Ancaman Pembunuhan Dirinya
Jum'at, 22 Januari 2010 | 13:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan ancaman terorisme di negeri ini hingga kini belum sepenuhnya surut. Kewaspadaan dan peningkatan teknologi untuk menangkal aksi terorisme dinilai mutlak dilakukan.

"Aksi terorisme yang terjadi di seluruh dunia termasuk di negeri kita belum boleh dikatakan surut," katanya saat memberikan sambutan dalam peringatan hari bhakti Pasukan Pengamanan Presiden ke-64 di Markas Komando Paspampres, Jumat (22/01).
Presiden mencontohkan beberapa bulan lalu ada rencana pembunuhan terhadap dirinya. Namun upaya tersebut gagal. Presiden Yudhoyono tak menyebutkan persisnya rencana pembunuhan tersebut. "Ancamannya nyata," kata Presiden Yudhoyono.
Karena itu ia meminta jajaran Paspampres tak mengendurkan kesiagaan dan terus memperbaharui peralatan. Apalagi, kata Presiden, tantangan lima tahun ke depan bagi Paspampres akan semakin berat. "Jangan sampai generasi tehnologi yang kita gunakan tertinggal dengan teknologi kaum teroris," kata Presiden.
Selain itu, Presiden melanjutkan, tugas Paspampres juga akan semakin berat karena dalam pemerintahannya yang terakhir ini ia akan lebih aktif dari sebelumnya. "Bahkan lebih aktif lagi karena ini periode terakhir saya," katanya.
Agenda internasional yang akan digelar di Indonesia seperti pertemuan puncak ASEAN dan pertemuan puncak APEC pada 2012 dan 2013 juga menjadi aspek lain yang harus mendapat pengamanan ketat. "Akan ada puluhan kepala negara," kata Presiden.
Karena tugas Paspampres yang begitu berat tersebut, Presiden meminta masyarakat memahami jika pengamanan yang dilakukan paspampres membuat mereka sedikit terganggu. "Saya mohon pengertian masyarakat kalau sekali-kali kenyamanan terganggu karena tugas Paspampres," kata Presiden.
http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2010/01/22/brk,20100122-220789,id.htmlDWI RIYANTO AGUSTIAR
Sabtu, 07/08/2010 12:57 WIB
Teroris Ancam SBY di Ciwidey
Jakarta - Ancaman keamanan fisik kembali dialami Presiden SBY. Ancaman terbaru kali ini dilaporkan oleh aparat keamanan kepada dirinya semalam di sela-sela kunjungan kerjanya di Pengalengan, Bandung, Jawa Barat.
"Saya dapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan, ada di antara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey," kata SBY saat meninjau Sekolah Calon Tamtama Rindam III Siliwangi, Jawa Barat, Sabtu (7/8/2010).
Menurut SBY, juga dilaporkan bahwa kelompok tersebut diduga merupakan bagian dari kelompok teroris. Untunnya aparat keamanan telah berhasil melakukan pencegahan.
"Bagi jajaran pengamanan, laksanakan tugas sebaik-baiknya. Saya tetap akan menjalankan tugas dan tidak terganggu apapun," sambungnya.
Presiden SBY pagi ini mengunjungi Sekolah Dasar Unggulan Cinta Kasih yang berada di kawasan Pangalengan, Bandung. Setelah itu berkunjung ke Sekolah Calon Tamtama TNI AD dan Rumah Pintar di Desa Mekar Sari, Ciwidey.
(nwk/lh)
http://forum.detik.com/showthread.php?t=201849
2.pak SBY lagi-lagi bikin peluncuran buku karya Agus Harimurti Yudhoyono (rekan2 tahu kan) di saat petugas patroli KKP kita diculik dan dijebloskan ke penjara Malaysia oleh AL Negara tetangga karena mencoba mengamankan kapal nelayan Malingsia yang mencuri ikan di perairan Indonesia. Bahkan proses pelepasan petugas kita ternyata dibarter dengan nelayan tadi……..
Peserta Upacara Tenteng Buku-buku SBY Gratis
KOMPAS.com- Wajah para peserta Peringatan HUT ke-65 Republik Indonesia yang digelar pagi dan sore di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (17/8/2010), boleh jadi berseri-seri seusai meninggalkan kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Pasalnya, mereka setidaknya dapat membawa pulang berupa-rupa buku dan majalah yang berhiaskan wajah-wajah Presiden, Ibu Negara Ani Yudhoyono, dan juga keluarga, yang tampak kinclong di halaman sampul buku/majalah yang dibagikan. Meskipun, ada juga kekecewaan karena sebagian besar tak memiliki kesempatan berjabat tangan dengan Presiden dan keluarga.
Pada majalah Agri Mandiri edisi 17 Agustus 2010, misalnya. Wajah Presiden dan Ibu Negara menghiasi sampul. Keduanya, dengan senyum lebar berpose dengan hasil bumi, ubi, yang ukuran jumbo.
Ada pula buku SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu) edisi perdana tahun 2010. Di sampul majalah tersebut, tampak Ibu Ani tengah merangkul pelajar SD. Di halaman dalam, pembaca dapat menikmati foto-foto Ibu Ani, dan juga anggota SIKIB lainnya, dalam berupa-rupa aktivitas, mulai dari peninjauan posyandu di kelurahan Lubang Buaya hingga gerakan perempuan tanam, tebar, dan pelihara pohon.
Tak hanya itu, sebuah buku berjudul Words that Shook the World karya Richard Greene, pada sampul depannya berhiaskan wajah Presiden SBY yang disandingkan dengan wajah Presiden AS Barack Obama, dapat dinikmati. Isinya? Macam-macam. Mulai dari pidato Obama hingga pidato SBY yang, seperti judulnya, mengguncang dunia.
Para peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia juga dibekali buku Wawancara Khusus Harian Jurnal Nasional dengan putra Presiden, Agus Harimurti Yudhoyono. Selain memberikan puji-pujian kepada orangtuanya, Agus juga sempat memuji adiknya, Edhie Baskoro Yudhoyono, yang kini duduk di Komisi I DPR RI.
"Adik Saya, Ibas, orangnya idealis. Dia suka tidak happy jika politik atau demokrasi itu mengorbankan nilai dan etika yang baik. Saya lihat dia sedang belajar memahami realitas kehidupan politik," jelas Agus kepada Jurnas.
Belum puas? Jangan khawatir! Pembaca juga dapat lebih mengenal Ibu Ani melalui tulisannya soal batik-batik Nusantara. Selain buku dan majalah yang jumlahnya banyak, peserta juga dapat beragam sovenir, seperti kain batik bermerk Semen Gresik, dompet dan alat-alat tulis eksklusif donasi dari Sinar Mas, beberapa sarung bantal berlogo Istana Kepresidenan, boneka-boneka maskot Shanghai Expo 2010, dan masih banyak lagi.
++++++++++++++++++++
benar2 artis pujaanku nih
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5048791
3.dan yang terakhir yang membuat saya sangat sedih yaitu ketika seorang srikandi Indonesia yang sangat berprestasi dan membawa perekonomian negara (dengan bantuan seluruh rakyat indonesia) terhindar dari krisis global kemarin,ternyata dibarter oleh “persekutuan jahat “gara2 lobi dari “ketua partai besar” yang mengiming-imingi koalisi.Tapi srikandi tsb ternyata diangkat jadi orang no. 2 di WB...
Kalau linknya ini sudah tahu semua kan kejadiannya…